Ki Bagus Wijaya – Guru Azimat, Jimat, dan Rajah

Pada Saat itu, telinga Ki Bagus Wijaya mendengar suara serangga, yang meramaikan suasana malam hutan di kawasan lereng kaki gunung muria. Bunyi jangkrik, bahkan burung hantu pun ikut bersautan, semakin menambah kesan mistik malam itu.

Sementara di tengah gemuruh serangga dan gesekan daun yang ditiup angin, Ki Bagus Wijaya tengah duduk bersila di sebuah pohon besar yang berusia ratusan tahun. Dirinya sendiri ditemani lentera kecil, sementara tanganya tengah memegang sebuah alat tulis berwarna perak keemasan.

Mulutnya komat-kamit, tapi bukan membaca mantra melainkan melafalkan dikir dan kalimat-kalimat pujian kepada Gusti Allah. Kemudian dirinya mencelupkan pucuk alat tulisnya pada cairan, hasil olahan dari daun dan bunga pacar.  Kemudian diangkatnya alat tulis tersebut, dan dirinya mulai mencorat-coret sebuah kain mori putih (kain kafan).

Dirinya menuliskan simbol huruf hijaiyyah dan deretan ayat-ayat suci Al Quran. Matanya khusuk tertuju permukaan kain dan ujung penanya meliuk-liuk menuliskan huruf dan simbol.

Padahal saat itu, Ki Bagus masih belum berbuka puasa, sebab dirinya melakukan puasa Mutih dan Topo Rogo Ngalembo. Itu dilakukannya sebagai syarat membuat sebuah jimat yang ditujukan untuk menghadapi ilmu sihir tingkat tinggi.

Ya! Hal itu dilakukan karena ada permintaan dari klien Ki Bagus Wijaya, yakni meminta bantuan untuk dibuatkan sebuah jimat penolak santet. Klien Ki Bagus Wijaya menjelaskan bahwa keluarganya selalu mendapat kiriman yang aneh-aneh, dan selama berberapa minggu, keluarga klien mengalami hal aneh seperti mencium bau busuk di rumah, sakit perut bergantian dan berurutan, sering melihat penampakan, bahkan si klien setiap pagi saat hendak mau berangkat kerja mengalami lumpuh tiba-tiba. Dan begitu terdengar suara Adzan Dhuhur, si klien kembali sembuh. Sementara pada malam hari secara bergantian anggota keluarga klien sering mengalami sakit kepala, seperti ditusuk tusuk benda runcing.

Dari kejadian tersebut, Ki Bagus melakukan penerawangan dan beliau secara mata batin melihat ada energi ilmu hitam yang dikirim ke keluarga sang klien. Kemudian Ki Bagus pun membuatkan sebuah jimat anti santet tingkat tinggi.

Caranya Ki Bagus harus melalui beberapa laku ritual yakni melakukan Puasa Mutih Songo, (Melakukan putih sembilan hari) .Kemudian di hari ke sembilan Ki Bagus harus melakukan  Topo Rogo Ngalembo (Tapa ini merupakan Ajaran dari guru spiritual dan juga sang kakek Ki Bagus sendiri). Nah di hari kesembilan tersebut, Ki Bagus bisa melakukan berbuka setelah menyelesaikan jimat yang dibuatnya.

Memang bila dilihat sekilas jimat tersebut sangat mudah dibuat, hanya terdiri dari satu baris ayat dan beberapa simbol huruf dan angka hijaiyyah yang dituliskan dalam kain kafan. Namun Ternyata hal tersebut sangat sulit dilakukan lantaran, tangan kanan yang digunakan Ki Bagus untuk menulis, dibuat bertengger genderuwo (Sosok hantu di Jawa berbadan besar, dan berbulu). Tujuan mahluk itu melakukan hal tersebut, adalah menghalangi niat baik Ki Bagus Wijaya untuk menolong kliennya.

Namun dengan ketenangan batin dan kekhusukannya berdikir, membuat mahluk tersebut tidak bisa membendung dan menghalangi Ki Bagus menyelesaikan  pembuatan jimat tersebut. Begitu selesai, Ki Bagus pun berbuka dan dirinya melanjutkan Topo Rogo Ngalembo hingga fajar menyingsing. Usai Salat Subuh, Ki Bagus pun baru turun dari lereng kaki gunung muria.

Jimat tersebut pun diberikan kepada sang klien, untuk ditempel di atas pintu masuk rumah sang klien. dan semenjak hari itu, serangan santet pun sudah tidak datang lagi. Namun pada malam ketujuh “DUAAAAARRRRR” sebuah suara ledakan terdengar di atas rumah. Seisi rumah berhamburan keluar rumah, namun ternyata hanya keluarga tersebut saja yang berlarian ke rumah. Sementara tetangga kanan-kiri si klien tidak ada yang keluar rumah.  Sebab hanya keluarga klien saja yang mendengar suara ledakan tersebut, yang ternyata adalah suara kiriman santet yang gagal menembus pagar gaib dari jimat yang diberikan Ki Bagus Wijaya.

Demikian tadi sekelumit kisah Ki Bagus Wijaya dalam proses menghadirkan jimat, azimat atau rajah. Dari kisah di atas paling tidak Anda mengetahui bahwa menghadirkan Jimat, Azimat, Atau Rajah bukanlah hal yang mudah, tapi sangat sulit sekali.

Perlu Anda ketahui, Jimat, azimat, dan rajah di website ini adalah produk spiritual mahakarya dari Ki Bagus Wijaya. Sebab dalam menghadirkannya tidak secara sembarangan, untuk sebuah jimat saja, Ki Bagus harus melakukan sejumlah laku ritual.

Ki Bagus Wijaya selaku tokoh pengasuh Website PusatJimat.com ini merupakan tokoh spiritual, yang dikenal sebagai ahli ilmu hikmah kejawen.  Namanya kini sudah tidak asing lagi di dunia mistik nusantara.

Di kalangan ahli ilmu paranormal dikenal memiliki kemampuan ilmu batin tingkat tinggi, sehingga dirinya bisa menyediakan berbagai sarana bertuah. Kekuatan tersebut dikarenakan laku tirakat yang dilakukannya sejak kecil.

Ki Bagus Wijaya

Ki Bagus lahir di kota Jombang, bertepatan pada Mongso Kapat Wuku Mandasiyo, yang mana memiliki perwatakan “Waspada  Kumebeng Jroning Kalbu” yang artinya mata air menggenang dalam batin. Oleh karena itu beliau memiliki pembawaan yang tenang, serius, bijaksana dalam bicara, berjiwa sosial, murni dan jujur.

Seseorang dengan tanggal kelahiran mongso kapat wuku mandasiyo mempunyai perwatakan dan kesaktian layaknya Batara Wisnu. Batara Wisnu merupakan dewa Asih yang memiliki kesaktian luar biasa. Batara Wisnu sangat tidak suka dengan segala sesuatu yang dapat merusak dunia ini. Oleh karena itu beliau memiliki sifat Welas asih layaknya Batara Wisnu.

Mengenai latar belakang,  keluarga Ki Bagus memiliki latar belakang islami dan kebudayaan jawa kental. Bakat dan kemampuan Ki Bagus Wijaya sudah terlihat sejak bayi. Hal ini yang diutarakan oleh sang kakek, dimana sang kakek beliau merupakan Kiyai Ternama dikota Kediri yang mampu melihat kemampuan yang dimiliki Ki Bagus Wijaya sejak dilahirkan. Kakek beliau memiliki kemampuan Paningal sakderenge Pinarah, sehingga beliau sudah mengetahui bakat yang dimiliki Ki Bagus Wijaya sejak dilahirkan.

Sebagai seorang Guru Ilmu Hikmah Kejawen Kakek beliau juga mempunyai kemampuan menyembuhkan penyakit seseorang tanpa menyentuh. Oleh karena itu Kakek beliau mewariskan kemampuan tersebut kepada Ki Bagus Wijaya.

SENANG MELAKUKAN PERJALANAN SPIRITUAL BERSAMA SANG KAKEK

Saat masih kecil beliau sering diajak sang kakek melakukan perjalanan spiritual ke tempat orang-orang sakti, disana beliau melakukan tirakat dan napak tilas. Perjalanan spiritual tesebut semakin mengasah kemampuan spiritual Ki Bagus Wijaya. Menurut Beliau, darah spiritual dari sang kakek semakin membuatnya mudah untuk mempelajari ilmu spiritual yang diajarkan oleh Kakeknya.

Ketika Beliau berusia 7 tahun, beliau pernah menghilang selama satu hari satu malam. Kejadian tersebut membuat keluarga dan warga sekitar heboh lantaran saat ditemukan beliau ada diatas pohon sedang melakukan meditasi. Saat sadar Wijaya kecil mengaku sedang melakukan penggemblengan bersama Guru Ghaibnya yang bernama Kiyai Samudro Jagat. Dalam Meditasi tersebut beliau diajarkan berbagai ilmu supranatural.

Melihat hal tersebut masyarakat hanya bisa terheran-heran, karena pada usia yang masih kecil Ki Bagus Wijaya sudah mampu melakukan perjalanan ghaib, atau yang sering disebut dengan Meraga sukma.

HOBI YANG TIDAK BIASA

Menginjak usia 10 tahun beliau memiliki hobi yang terbilang nyeleneh (Tidak Biasa). Pada usia tersebut, anak lain suka bermain bersama. Namun beliau malah senang melakukan kegiatan spiritual, melakukan Perjalanan Spiritual ke makam para wali, mengikuti Kajian agama, bergaul dengan Kolektor Batu Mustika dan suka menonton pertunjukan Tradisi jawa, khususnya wayang. Beliau juga suka mendengarkan Kidung, Tembang dan lagu Gending Jawa.

Ki Bagus WIjaya

BERGURU DENGAN BEBERAPA ORANG SAKTI DI DUNIA NYATA DAN DUNIA GHAIB

Saat menginjak masa remaja beliau berguru kepada beberapa orang sakti. Selain kakenya sendiri, beliau sering pergi ke daerah lereng Gunung Arjuna untuk menuntut ilmu dengan Guru yang memiliki ilmu supranatural. Disana beliau diajarkan berbagai macam ngelmu yang bisa digunakan untuk membantu sesama.

Pada saat semedi terkadang beliau didatangi Guru ghaib yang mengajarkan ilmu yang berhubungan dengan batin. Dengan begitu ilmu Ki Bagus Wijaya semakin lengkap dan matang.

Pada usia menginjak 17 tahun beliau merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya, dia merasa bimbang tentang pengetahuannya.

“Tak nggo opo ilmu akeh koyok ngene iki? (Untuk apa saya belajar ilmu yang banyak ini?)”, Begitulah pertanyaan yang muncul di dalam hati Ki Bagus Wijaya. Akhirnya beliau meminta saran dari sang Kakek tentang perasaan bimbang tersebut.

Beliau: “Mbah, kulo niki pripun. Kok rasane mboten penak gadah ilmu ngeten niki (Bahasa Indonesia: Mbah, saya ini kenapa. Rasanya tidak enak punya ilmu seperti ini?”

Kakek: “Opo seng mok rasakno le? (Bahasa Indonesia: Apa yang kamu rasakan cu?”)

Beliau: ”Nggeh rasane ilmu niki mboten migunani” (Bahasa Indonesia: Rasanya ilmu ini tidak berguna”)

Kakek: “Ngene le, Wit pari iku tambah tuwo yo tambah ndingkluk. La, lek wes wayahe panen mesti wong seng manen kuwi atine bungah. Podo koyok menungso, sinau ilmu duwur-duwur ojo sombong. Lek wes wayahe panen yo dadekno panen kuwi bungahe liyane. (Bahasa Indonesia: Begini, Padi semakin berisi semakin merunduk. Pada saat panen selalu membuat siapa saja bahagia. Sama seperti orang belajar ilmu jangan sombong, pada saatnya ilmu tersebut mampu memberikan manfaat bagi sesama)”

Dengan saran dari Sang kakek akhirnya beliau Sadar, bahwa ilmu yang beliau pelajari harus mempunyai manfaat bagi sesama. Sehingga Beliau memiliki motivasi dan bertekat mengamalkan ilmunya untuk membantu sesama. Sehingga keilmuan beliau semakin bermanfaat dan ada gunanya.

WANGSIT DI GUA SIGOLO-GOLO

Untuk mengasah kemampuan Spiritual, Ki Bagus Wijaya juga melakukan tirakat atau semedi pada Gua Sigolo-golo yang terletak pada tebing lereng gunung Welireng lebih tepatnya terletak di dusun kraten, desa panglungan, kec. wonosalam, kab. Jombang, Jawa Timur. Menurut Sejarahnya Goa ini merupakan tempat semedi ayahanda Raden Damar Wulan yaitu Raden Maudoro Dari Majapahit.

 

Saat melakukan tirakat beliau didatangi oleh sosok ghaib dari beberapa raja jawa, Salah satunya adalah Prabu Jaya Baya, Beliau menceritakan tentang hakikat manusia yaitu saling tolong menolong dan menyuruh beliau menggunakan seluruh imuannya untuk membantu sesama.

Kemudian beliau juga ditemui oleh Mbah Empu gandring yang memberikan wejangan tentang ngelmu pusaka yang meliputi manfaat, khasiat dan larangan untuk kehidupan manusia.

Semenjak saat itu beliau mengamalkan ilmunya, baik untuk membantu mengobati penyakit, membaca watak orang agar lebih sukses.

Ki Bagus WIjaya

MULAI DIKENAL SEBAGAI KI BAGUS WIJAYA, GURU ILMU HIKMAH KEJAWEN

Seiring berjalannya waktu, kemampuan beliau dalam bidang penyembuhan dan ilmu supranatural serta Kolektor Batu Mustika semakin menyebar luas. Tidak jarang beliau mengajarkan pengetahuan beliau kepada murid-murid. Wijaya merupakan panggilan dari para teman dan para klien yang berhasil memperoleh kebahagiaan hidup setelah medapatkan arahan dari beliau.

Beliau juga sering dipanggil dengan sebutan Guru Ilmu Hikmah, ahli Hikmah Kejawen, Gus Wijaya atau Yi Wijaya, namun menurut beliau semua panggilan tersebut sama saja, karena panggilan-panggilan tersebut hanyalah sebatas cara orang untuk menghormati dan mengapresiasi atas keilmuan beliau.

MAMPU MENYEMBUHKAN PENYAKIT TANPA MENYENTUHNYA

Sebagai Guru Ilmu Hikmah Kejawen salah satu keistimewaan ngelmu supranatural Ki Bagus Wijaya adalah mampu mengobati seseorang hanya dengan melihat atau berbincang saja. Ada sedikit cerita tentang pengalaman beliau, pada saat itu ada salah satu tetangganya mempunyai penyakit aneh dengan perut membuncit. Setelah melewati proses Scanner Radiologi dari rumah sakit, tidak ditemukuan adanya penyakit serius pada tubuh pasien tersebut. Akhirnya dibawalah kerumah Ki Bagus Wijaya, hanya dengan menerawang dan memberikan solusi, akhirnya orang tersebut memperoleh kesembuhan atas Ridho Gusti Allah melewati perantara Ki Bagus Wijaya.

KEISTIMEWAAN ILMU SUPRANATURAL KI BAGUS WIJAYA

Selain ngelmu supranatural untuk penyembuhan, beliau juga dikenal memiliki ngelmu kejawen khusus untuk membolak balikan hati seseorang, membuat sesorang benci jadi cinta atau dari cinta menjadi benci. Mempunyai Ngelmu untuk membuat sesorang lebih disukai dan di cintai banyak orang, atau untuk meningkatkan karisma dan wibawa seseorang.

Ngelmu Supranatural yang dimiliki beliau tersebut ingin digunakan untuk menolong sesama manusia. Sehingga mereka mendapatkan kebahagiaan hidup, sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wata’ala “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”(QS Al-Maidah : 2).

Dengan begitu beliau sering berpesan bahwa untuk menjadi manusia yang bertaqwa, maka kita sebagai manusia harus memiliki sifat saling menolong antara mahluk hidup.

Ki Bagus Wijaya memiliki pandangan hidup tentang peranan manusia didunia ini. Menurut beliau “apapun yang kau tanam hari ini maka kamu akan memanennya pada suatu hari nanti. Entah itu perbuatan baik atau buruk, semuanya ada hukum hubungan timbal baliknya”.

Beliau juga memiliki prinsip hidup untuk membantu siapa saja yang membutuhkan pertolonganya. Tentu saja semuanya Membutuhkan keseriusan niat anda dan keikhlasan hati dalam meminta ridho Allah SWT supaya kita diberi kemudahan dan keberkahan hidup yang bahagia.

Demikian penjelasan tentang biografi Ki Bagus Wijaya. Untuk selengkapnya tentang Ki Bagus Wijaya bisa Anda kunjungi Halaman KiBagusWijaya.com.